Pemeriksaan dan Perawatan Sistem Rem Sepeda Motor I. Penggantian Minyak Rem/ Pembuangan Udara Palsu AWAS! β€’Cakram rem atau kanvas rem yang kotor mengurangi daya pengereman. Buanglah kanvas rem yang terkontaminasi oleh minyak rem dan bersihkan cakram remyang kotor dengan cairan pembersih rem berkualitas tinggi (brake degreasing agent Carakerja sistem rem secara umum sistem rem bekerja dengan mengurangi rpm roda motor. Gambar rangkaian rem hidrolik sepeda motor. Cara kerja rem hidrolik pada motor 2019 dunia otomotif memang memiliki banyak cerita yang bisa kita ambil pelajarnya. Komponen rem hidrolik motor. A rem cakram penggerak mekanik bekerja menggunakan kabel. Komponenkomponen rem cakram hidraulik meliputi handel rem, master silinder rem, reservoir tank, selang rem, minyak rem, caliper, cakram rem, dan kampas rem. 1. Handdel Rem Handel rem merupakan komponen yang bertungsi mendorong minyak rem. Komponen ini juga biasa disebut dengan tuas (untuk rem depan) dan pedal rem (untuk rem belakang). 2. Menstabilkan mobil saat di rem penuh walaupun jalanan jelek; Mobil masih bisa dikendalikan walau tekanan rem penuh; Keausan ban kecil; Bahaya kecelakaan kecil; Komponen ABS. Gambar. Komponen Rem ABS. Fungsi Komponen Rem ABS. 1. Skid Control ECU. Mendapat signal dari sensor putaran roda; Menghitung tekanan ideal untuk setiap roda DaftarKomponen Rem Cakram dan Fungsinya 1. Disc Brake atau Piringan 2. Kampas Rem 3. Brake Caliper 4. Piston 5. Piston Seal 6. Niple Bleed 7. Selang hidrolik 8. Booster Rem 9. Caliper Bracket 10. Disc Brake Oil Reservoir Daftar Komponen Rem Cakram dan Fungsinya Daftar Komponen Rem Cakram GambarSistem Rem - √ Ide Ide Populer Gambar Komponen Rem Cakram Sepeda Motor . New step 1 training) 2. Peralatan ini sangat penting pada kendaraan dan berfungsi sebagai alat keselamatan dan menjamin untuk pengendaraan yang aman. Mar 12, 2017 Β· ada sekitar 9 komponen utama pada sistem rem tromol mobil, antara lain ; Sistem rem parkir NsQxg. Prinsip Rem Hidrolik - Seperti yang telah kita bahas pada artikel sebelumnya, bahwa sistem rem bekerja sebagai sistem keselamatan aktif yang akan memperlambat laju kendaraan. Dalam proses kerjanya, sistem rem dikendalikan oleh pengguna melalui pedal atau tuas rem. Untuk mentransfer tenaga pengereman dari pedal menuju aktuator rem, diperlukan sistem penyalur rem yang kita kenal dengan sitem hidrolik dan sistem mekanik. Seperti apa cara kerja rem hidrolik ? Secara umum, ada tiga macam model penyaluran sistem rem yaitu Sistem rem mekanik Sistem rem mekanik adalah sistem pengereman yang masih menggunakan kontrol mekanikal berupa kabel kawat. Sistem rem ini masih banyak diaplikasikan pada rem tromol sepeda motor dan rem parkir manual. Sistem rem hidrolik Untuk sistem rem hidroik bekerja berdasarkan hukum pascal. Dimana material berupa fluida dijadikan alat untuk meneruskan gaya pengereman dari pedal rem. Fluida digunakan karena material ini tidak memiliki sifat kompresi sehingga cocok untuk menyalurkan tekanan. Sistem rem angin Sistem rem angin menggunakan tekanan angin untuk menekan tuas rem pada aktuator rem. Artinya, pengguna tidak secara langsung menggerakan tuas aktuator rem lewat pedal rem, melainkan hanya membuka katup dari tanki udara menuju aktuator rem. Selengkapnya, simak cara kerja rem angin pada bus. Prinsip kerja rem hidrolik Sesuai namanya rem hydraulic/hidrolik merupakan sistem penyalur rem yang menggunakan cairan Hydro. Cairan yang digunakan adalah sejenis fluida yang memiliki ketahanan tinggi. Sistem pengereman hidrolik bekerja berdasarkan hukum pascal yang berbunyi Tekanan yang diberikan pada zat cair didalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan sama besar dan sama rata. Hal menunjukan ketika pedal rem ditekan, tekanan itu akan diteruskan ke aktuator rem dengan besar sesuai gaya penekanan pengguna terhadap pedal rem. Hal inilah yang menjadi dasar prinsip kerja rem hidraulik. Komponen rem hidrolik beserta fungsinya Dalam menjalankan tugasnya, sistem hydraulic brakes didukung oleh beberapa komponen utama antara lain; 1. Master silinder Master silinder terletak setelah pedal rem, fungsinya untuk mengubah gerakan ayunan pedal rem menjadi tekanan hidrolik. Master silinder pada sistem hidrolik ini berhubungan dengan komponen reservoir. Fungsi reservoir adalah untuk menyimpan cadangan minyak rem atau fluida rem yang akan digunakan pada sistem pengereman. Didalam master silinder terdapat piston dan sedikitnya dua buah saluran. Piston berfungsi untuk membangkitkan tekanan fluida. Sementara dua selang itu adalah selang reservoir dan selang utama. Selang reservoir terhubung dengan reservoir dan otomatis akan tertutup saat pedal rem diinjak. Pada sepeda motor, mungkin anda akan merasa sedikit kebingungan karena bentuk mater silinder berbeda. Itu karena rem hidrolik yang biasa digunakan pada rem cakram depan motor, itu memilkki bentuk yang kecil didalam tuas rem dan reservoir berbentuk kotak yang lokasinya tersembunyi cover head motor. 2. Brake Lines Brake lines berupa selang-selang yang menghubungkan antar komponen pada sistem rem hidrolik. Selang ini terbuat dari dua material, karet khusus dan logam. Bahan logam digunakan agar mampu menyalurkan tekanan ke aktuator tanpa terjadi kerugian. Sementara bahan karet khusus digunakan agar lebih fleksibel. Walau berbahan karet, tapi memiliki ketahanan yang kuat tekanan. 3. Silinder Roda Silinder oda adalah komponen yang berfungsi untuk mengubah kembali tekanan fluida menjadi gerakan mekanis. Silinder roda sudah terletak didalam aktuator rem namun masih menjadi bagian dari rangkaian sistem hidrolik rem. 4. Aktuator rem, Aktuator adalah komponen yang berfungsi untuk mengeksekusi perintah atau sebuah fungsi yang sebelumnya telah diaktifkan oleh pengguna kendaraan. Aktuator rem artinya komponen yang berfungsi langsung melakukan sistem pengereman. Ada dua jenis aktuator rem, yaitu Sistem rem tromol Sistem rem tromol adalah rangkaian pengereman tertutup yang memanfaatkan drum atau tromol untuk menghasilkan area gesekan yang lebih besar. Artikel tentang cara kerja sistem rem tromol sudah kita bahas sebelumnya Sistem rem cakram Sistem rem cakram adalah rangkaian pengereman yang bersifat terbuka, dengan metode penjepitan piringan oleh dua buah kampas rem yang akan menghasilkan daya pengereman yang lebih responsif. Lebih lanjut mengenai sistem rem cakram, bisa baca komponen dan cara kerja rem cakram pada mobil. Cara Kerja Sistem Rem Hidrolik Pada Mobil dan Motor Rem hidrolis berbeda dengan cara kerja rem mekanik yang masih menggunakan kawat. Sehingga model pedal rem pada rem hidraulik juga berbeda. Sistem kerja rem hidrolis dimulai ketika pengguna menginjak pedal rem. Tuas pada pedal rem terhubung langsung dengan piston didalam master silinder, sehingga saat pedal rem ditekan tuas rem akan mendorong piston pada master silinder. karena piston terdorong, menyebabkan ruang didepan piston mengecil. Selain itu, dorongan itu juga menyebabkan saluran reservoir tertutup. Agar lebih jelas, simak animasi dari video youtube berikut ; Karena fluida rem tidak memiliki sifat kompresi, maka fluida didepan piston akan terdorong keluar menuju saluran utama. Melalui brake lines, kemudian tekanan tersebut akan diteruskan ke semua aktuator pengereman dengan besar yang sama. Saat tekanan fluida mencapai silinder roda, maka fluida atau minyak rem bertekanan tersebut akan menggerakan piston pada silinder roda untuk menekan kampas rem. Saat inilah proses kerja rem terjadi. Saat pedal di-realease maka return spring baik pada master silinder atau pada aktuator rem akan mendorong piston ke posisi semula. Sehingga fluida didalam brake lines kembali mengisi ruang didepan piston master silinder. Keuntungan rem hidrolik Tidak mengalami pemuaian karena tidak memakai kabel kawat melainkan menggunakan fluida Daya pengereman dapat diteruskan lebih maksimal sehingga lebih pakem Bunyi saat melakukan pengereman akan diminimalkan karena minim komponen yang bergesekan Kekurangan rem hidrolik Komponen yang digunakan lebih kompleks Saat terjadi kebocoran fluida, minyak rem berpotensi merusak permukaan komponen mobil karena bersifat asam. Jika tidak dirawat, master silinder atau silinder roda bisa macet. Sehingga perawatan pada hydraulic brake tidak boleh terputus. Sistem hidraulik rem akan terganggu saat terdapat udara didalam sistem, karena udara memiliki sifat kompresi. Untuk itu pastikan kondisi minyak rem didalam reservoir cukup untuk meminimalkan terjadinya masuk angin. Sekian tentang cara kerja rem hidrolik, semoga bermanfaat. Prinsip dan Cara Kerja Rem HidrolikKomponen Rem Hidrolik dan Fungsinya1. Master silinder / leverBuka atau Tutup?2. Selang RemKonstruksi selang rem3. Minyak remCairan rem DOTMinyak mineral4. Kaliper RemKonstruksi5. Piston6. Bantalan rem kampas remOrganikSemi-logamSinteredKeramik6. RotorKegagalan / Kerusakan Pada Sistem Rem HidrolikKelebihan dan Kekurangan Rem HidrolikKelebihan rem hidrolikKekurangan rem hidrolikVideo Animasi Cara Kerja Rem HidrolikPenutup Cara Kerja Rem Hidrolik Hidrolis – Rem hidrolik memang memungkinkan kita untuk bergerak dan berhenti lebih cepat jika dibandingkan jenis rem mekanik tromol. Jadi, bagaimana cara kerja rem hidrolik hidrolis sehingga mampu menghentikan laju kendaraan dengan sangat baik? Bahkan, mobil dan sebagian besar sepeda motor juga menggunakan jenis rem hidrolik karena dianggap lebih responsif daripada rem mekanik. Secara umum, terdapat tiga jenis rem berdasarkan penggerak yakni rem mekanik, rem hidrolik dan rem angin. Prinsip dan Cara Kerja Rem Hidrolik Prinsip di balik setiap sistem hidrolik sederhana gaya yang diterapkan pada satu titik ditransmisikan ke titik lain melalui cairan yang tidak dapat dimampatkan. Pada rem saya menyebutnya minyak rem yang ada beberapa varietas berbeda. Seperti yang umum dalam sistem hidrolik, gaya awal yang diterapkan untuk mengoperasikan sistem dikalikan dalam proses. Jumlah perkalian dapat ditemukan dengan membandingkan ukuran piston di kedua ujungnya. Dalam sistem pengereman misalnya, piston yang menggerakkan fluida lebih kecil dari piston yang mengoperasikan bantalan rem sehingga gaya ini berlipat ganda membantu untuk mengerem dengan lebih mudah dan lebih efisien. Karakteristik hidrolik lain yang mudah digunakan adalah pipa / selang rem yang berisi fluida dapat memiliki ukuran, panjang, atau bentuk apa pun yang memungkinkan saluran diumpankan hampir di mana saja. Mereka juga dapat dipecah untuk memungkinkan satu silinder master untuk mengoperasikan dua atau lebih silinder pendukung jika diperlukan. Baca Juga komponen rem cakram sepeda motor Komponen Rem Hidrolik dan Fungsinya Sekarang kita mengerti cara kerja rem hidrolik, selanjutnya mari kita lihat bagian-bagian berbeda yang membentuk rem hidrolik. Seluruh sistem pengereman dapat dipecah menjadi bagian-bagian utama berikut Master silinder / leverSelang remMinyak remKaliper remPistonBantalan remRotor / piringan cakram Selanjutnya kita akan menjelaskan komponen-komponen ini secara lebih rinci. 1. Master silinder / lever Silinder master, dipasang ke stang, menaungi tuas rem dan bersama-sama mereka menghasilkan kekuatan input yang diperlukan untuk mendorong cairan rem hidrolik ke silinder pendukung atau kaliper rem dan menyebabkan bantalan rem kampas rem untuk menjepit rotor piringan cakram Langkah tuas dapat dibagi menjadi 3 kategori Dead-stroke – Ini adalah bagian awal dari langkah tuas untuk mendorong cairan minyak rem ke reservoir sebelum melanjutkan untuk mendorong cairan minyak rem ke kaliper melalui selang rem. Pad Gap Stroke – Ini adalah bagian antara kaliper awal untuk mendorong piston keluar dari rumah mereka dan bantalan kampas rem yang menekan piringan & Modulasi – Bantalan kampas rem sekarang menjepit rotor piringan cakram dan dengan menarik tuas lebih lanjut, tenaga rem tambahan akan dihasilkan. Modulasi dikendalikan oleh pengendara dan tidak harus merupakan karakteristik dari sistem pengereman, namun beberapa rem memungkinkan pengendara untuk memodulasi atau mengontrol gaya pengereman dengan lebih baik daripada yang lain. Buka atau Tutup? Sistem master silinder dapat dikategorikan ke dalam dua kelompok – terbuka dan tertutup. Sistem terbuka termasuk reservoir dan bladder yang memungkinkan cairan untuk ditambahkan atau dibuang dari sistem pengereman secara otomatis saat digunakan. Reservoir adalah luapan cairan yang telah mengembang karena panas yang dihasilkan oleh pengereman. Bladder memiliki kemampuan untuk mengembang dan berkontraksi karenanya karena cairan mengembang bladder akan mengkompensasi tanpa efek buruk pada rasa’ rem. Reservoir juga menyediakan cairan tambahan yang diperlukan karena bantalan mulai aus sehingga kebutuhan piston untuk lebih menonjol untuk mengkompensasi bahan pad berkurang. Baca Juga Tips Merawat Rem Cakram Sepeda Motor Agar Selalu Pakem Sistem tertutup juga menggunakan reservoir dari minyak rem, namun kurangnya bladder internal untuk mengimbangi ekspansi dalam minyak rem dan juga untuk mengkompensasi keausan pad berarti bahwa setiap penyesuaian pada tingkat minyak rem dalam sistem kerja harus dibuat secara manual. 2. Selang Rem Saluran atau selang rem hidrolik memainkan peran penting untuk menghubungkan dua bagian kerja utama rem, yaitu master silinder dan slave silinder. Saya telah menyebutkan diawal bahwa sistem hidrolik bisa sangat fleksibel karena saluran atau selang dapat dialihkan hampir di mana saja, jadi mari kita bahas lebih jauh tentang selang rem. Konstruksi selang rem Selang hidraulik berlapis-lapis dalam konstruksinya dan biasanya terdiri dari 3 lapisan Inner tube – lapisan tubing ini dirancang untuk menampung cairan. Teflon biasanya merupakan bahan pilihan di sini karena tidak bereaksi atau menimbulkan korosi dengan minyak layer – memberikan kekuatan dan struktur selang. Lapisan anyaman ini fleksibel dan menangani tekanan tinggi dari sistem hidrolik secara efisien karena tidak boleh meluas. Kevlar juga sangat ringan, yang merupakan atribut yang diinginkan untuk setiap komponen siklus, dan juga dapat dipotong dengan mudah dan dipasang kembali menggunakan alat kelengkapan selang casing – Berfungsi sebagai lapisan pelindung untuk lapisan Kevlar dan rangka sepeda untuk mengurangi lecet. gambar konstruksi selang rem hidrolik 3. Minyak rem Sistem pengereman hidrolik biasanya menggunakan salah satu dari dua jenis minyak rem – cairan DOT atau minyak mineral. Satu hal penting yang perlu diperhatikan sebelum kita masuk ke sifat masing-masing adalah bahwa kedua cairan tidak boleh dicampur. Mereka terbuat dari bahan kimia yang sangat berbeda dan dalam sistem pengereman cocok untuk cairan dan bukan keduanya; karenanya untuk mencampur atau mengganti satu fluida dengan fluida yang lain kemungkinan akan merusak internal rem. Di sisi lain, mencampur cairan dari jenis yang sama diperbolehkan tetapi umumnya tidak disarankan. Misalnya kamu dapat mencampur cairan DOT 4 dengan DOT tanpa merusak sistem pengereman. Cairan rem DOT Minyak rem DOT 3, 4 dan berbasis glikol-eter dan terdiri dari berbagai pelarut dan bahan kimia. Cairan rem glikol-eter bersifat higroskopis, yang berarti mereka menyerap air dari lingkungan bahkan pada tingkat tekanan atmosfer normal. Tingkat penyerapan tipikal dikutip sekitar 3% per tahun. Kadar air ini dalam minyak rem akan mempengaruhi kinerja dengan mengurangi titik didihnya. Karena itu disarankan untuk mengganti minyak rem paling banyak 1-2 tahun sekali. Tabel di bawah ini menunjukkan minyak rem DOT dalam berbagai turunannya dengan temperatur didih yang sesuai. Titik didih basah mengacu pada cairan dengan kadar air setelah pemakaian 1 tahun. [table id=20 /] Minyak mineral Minyak mineral kurang terkontrol sebagai minyak rem, tidak seperti minyak DOT yang diperlukan untuk memenuhi kriteria tertentu, oleh karena itu kurang diketahui mengenai kinerja dan titik didihnya. Keuntungan minyak mineral adalah, tidak seperti kebanyakan cairan DOT, ia tidak menyerap air. Ini berarti bahwa rem tidak perlu diservis sesering mungkin, tetapi kadar air apa pun dalam sistem pengereman dapat menyatu dan membeku / mendidih mempengaruhi kinerja rem. Minyak mineral juga non-korosif yang berarti penanganan fluida dan tumpahan kurang menjadi perhatian. 4. Kaliper Rem Kaliper rem berada di setiap roda dan menanggapi input tuas yang dihasilkan oleh pengguna. Input tuas ini dikonversi menjadi gaya penjepit saat piston menggerakkan bantalan rem untuk menekan rotor. Konstruksi Konstruksi kaliper dapat terbagi dalam dua kategori – fixed caliper dan floating caliper. Tipe Fixed Caliper – Fixed caliper memiliki dua buah piston yang akan bergerak berlawanan saat mendapatkan tekanan hidraulik. Gerakan tersebut akan menjepit kampas rem diantara Floating Caliper – Sementara pengertian floating caliper adalah kaliler yang melayang. Dikatakan melayang karena kaliper ini dapat bergerak kekiri dan kekanan. Hal itu dikarenakan kaliper inj hanya memiliki satu buah piston disalah satu sisi, sehingga saat piston bergerak otomatis kaliper akan bergeser menyesuaikan. Baca Juga Komponen kaliper rem cakram 5. Piston Piston adalah komponen berbentuk tabung yang ditempatkan di dalam tubuh kaliper. Pada input tuas piston akan menonjol untuk mendorong bantalan rem yang menekan rotor. Jumlah piston dalam kaliper atau rem dapat berbeda. Banyak rem sepeda motor hidrolik memiliki 1 dan 2 piston kaliper, beberapa mungkin memiliki 4 piston. Padahal beberapa kaliper rem mobil memiliki 6 atau bahkan 8 piston. Kekuatan rem tidak ditentukan oleh kuantitas piston. Indikator yang lebih andal adalah total area kontak piston, misalkan 4 piston yang lebih kecil bisa sekuat 2 piston yang lebih besar. 6. Bantalan rem kampas rem Memilih bantalan rem yang tepat dapat berarti perbedaan antara rem yang berkinerja baik dan yang buruk. Dengan keragaman bahan pad rem di luar sana, cukup mudah untuk membuatnya salah ketika tiba saatnya untuk mengganti bantalan rem. Mari kita langsung masuk dan melihat bahan pad berbeda yang tersedia dan propertinya. Organik Bantalan rem organik tidak mengandung logam. Mereka terdiri dari variasi bahan yang digunakan untuk memasukkan asbes sampai penggunaannya dilarang. Saat ini kamu akan menemukan bahan-bahan seperti karet, Kevlar dan bahkan kaca. Berbagai bahan ini kemudian diikat dengan resin tahan panas tinggi. Keuntungan dari pembalut organik adalah terbuat dari bahan yang tidak mencemari saat dipakai. Mereka juga lebih lembut daripada bantalan rem lain dan sebagai hasilnya lebih tenang. Mereka juga mengurangi keausan pada rotor rem. Namun pembalut organik lebih cepat aus dan kinerjanya buruk terutama dalam kondisi pasir basah. Pad organik mungkin lebih cocok untuk berkendara kurang agresif di sebagian besar kondisi kering. Semi-logam Kandungan metalik dari bantalan semi-metalik dapat bervariasi dari 30% hingga 65%. Pengenalan bahan logam ke dalam material gesekan mengubah sedikit hal. Ini dapat meningkatkan umur pad cukup signifikan karena logam memakai lebih lambat daripada bahan organik. Disipasi panas juga ditingkatkan karena ditransfer antara bahan bantalan dan pelat pendukung. Beberapa kerugian dapat mencakup peningkatan kebisingan saat digunakan dan senyawa yang lebih keras berarti peningkatan keausan pada rotor. Sintered Bantalan rem yang disinter terdiri dari bahan logam yang dikeraskan yang diikat bersama dengan tekanan dan suhu tinggi. Keuntungan dari senyawa ini adalah pembuangan panas yang lebih baik, bantalan yang lebih tahan lama, ketahanan yang lebih baik terhadap pemudaran dan kinerja yang unggul dalam kondisi basah. Keramik Bantalan rem keramik sekarang semakin terlihat sebagai alternatif / peningkatan bantalan rem sepeda motor. Bantalan rem keramik tradisional hanya akan terlihat pada mobil balap performa tinggi dengan rem yang perlu tampil di bawah panas yang kuat. Panas seperti itu biasanya tidak menjadi masalah untuk rem sepeda motor rata-rata dan oleh karena itu bagi kebanyakan orang bantalan keramik akan berlebihan, namun mereka mungkin memiliki sifat yang diinginkan lainnya. Keuntungan dari bahan keramik adalah dapat mengatasi panas yang ekstrem dan tetap bekerja dengan kuat; ini sebagian karena kemampuan pembuangannya yang luar biasa. Bantalan rem jenis ini juga bertahan lebih lama dari bantalan lain dan kebisingan kurang menjadi masalah. Dan juga lebih mudah pada rotor rem dan menghasilkan lebih sedikit debu dibandingkan senyawa kampas rem lainnya. 6. Rotor Ukuran rotor memiliki efek langsung pada daya pengereman. Semakin besar rotor rem, semakin banyak daya yang dihasilkan untuk setiap input yang diberikan. Ini bisa menjadi masalah dengan rotor yang lebih besar karena mereka cenderung memiliki daya rem lebih kuat’ yang membuat rem lebih sulit untuk dikendalikan. Kegagalan / Kerusakan Pada Sistem Rem Hidrolik Rem hidrolik dapat gagal atau untuk sementara berhenti bekerja karena berbagai alasan seperti kebocoran cairan atau kampas rem habis setelah digunakan dalam waktu lama. Mengetahui penyebab kegagalan rem dapat menjadi pengetahuan berharga dalam memperbaiki masalah pada rem hidrolik dan mencegah kerusakan di masa mendatang. Seperti yang kita ketahui ada beberapa prinsip penting di balik rem hidrolik. Hidrolik mengandalkan tekanan di dalam sistem dan rem mengandalkan gesekan. Tidak adanya keduanya akan mengakibatkan kegagalan sistem. Sebagai contoh, hilangnya minyak rem akan menurunkan tekanan di dalam sistem karena tuas tidak memiliki apa pun untuk mentransfer gaya input. Di sisi lain jika minyak rem menyentuh bantalan rem atau rotor, kehilangan gesekan akan terjadi karena sifat pelumas dari minyak rem. Sebelumnya saya sudah pernah membahas beberapa permasalah pada sistem rem cakram sepeda motor yang mewakili jenis rem hidrolik, antara lain Cara Mengatasi Rem Cakram Masuk Angin yang Bikin Rem Cakram BlogRem Cakram Kadang Blong Kadang Tidak ? ini PenyebabnyaPenyebab Rem Cakram Motor Seret + SolusinyaRem Cakram Motor Tidak Berfungsi Penyebab + Solusi Kelebihan dan Kekurangan Rem Hidrolik Setelah kita membahas panjang lebar tentang prinsip dan cara kerja rem hidrolik serta komponen yang menunjang kinerja dari sistem rem hidrolik. Kini mari kita simpulkan apa saja kelebihan dan kekurangan dari rem hidrolik. Kelebihan rem hidrolik Tidak mengalami pemuaian karena tidak memakai kabel kawat melainkan menggunakan fluidaDaya pengereman dapat diteruskan lebih maksimal sehingga lebih pakemBunyi saat melakukan pengereman akan diminimalkan karena minim komponen yang bergesekan Kekurangan rem hidrolik Komponen yang digunakan lebih kompleksSaat terjadi kebocoran fluida, minyak rem berpotensi merusak permukaan komponen mobil karena bersifat tidak dirawat, master silinder atau silinder roda bisa macet. Sehingga perawatan pada hydraulic brake tidak boleh terputus. Video Animasi Cara Kerja Rem Hidrolik Penjelasan diatas masih kurang jelas? Simak video berikut untuk mengetahui proses kerja dari rem hidrolik. Penutup Jika kamu bertanya jelaskan bagaimana cara kerja sistem rem hidrolik? maka artikel kali ini bisa menjadi jawaban dari pertanyaanmu. Karena disini saya menjelaskan secara rinci prinsip dan cara kerja rem hidrolik dan komponen rem hidrolik beserta fungsi-fungsi dari komponen rem hidrolik. Secara umum, sebuah kendaraan harus memiliki aspek keselamatan. Salah satu aspek keselamatan tersebut, ada pada sistem pengereman. Sistem pengereman adalah perangkat mekanis pada kendaraan yang digunakan untuk menurunkan laju kendaraan secara praktis untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas. Dalam aplikasinya, sistem rem itu memiliki beberapa tipe yang dikhususkan untuk kendaraan yang berbeda. Lalu seperti apa sistem pengereman pada kendaraan roda dua ? mari kita bahas secara mendalam. Pengertian Sistem Rem Sepeda Motor Sistem pengereman sepeda motor, adalah suatu mekanisme yang digunakan untuk menurunkan laju sepeda motor atau memberhentikan laju sepeda motor secara praktis menggunakan pedal atau tuas. Umumnya, sistem rem sepeda motor diaktifkan melalui sebuah tuas rem yang terketal pada kemudi motor. Namun, pada jenis motor tertentu seperti motor bebek dan motor sport juga menggunakan pedal untuk mengaktifkan rem belakang. Cara Kerja Sistem Rem Secara umum, sistem rem bekerja dengan mengurangi RPM roda motor. Dengan demikian, laju sepeda motor pun akan menjadi lebih lambat karena besar kecil RPM roda berbanding lurus dengan kecepatan motor. Lalu bagaimana mekanisme sistem rem untuk mengurangi RPM roda ? Disinilah perubahan energi terjadi, sebelumnya pada mesin terjadi perubahan energi dari energi panas pembakaran ke energi gerak. Sementara pada sistem rem, terjadi sebaliknya energi gerak akan diubah ke energi panas melalui gesekan. Jadi intinya, prinsip kerja sistem rem yakni dengan memanfaatkan gesekan antara dua benda yang satu berputar dan satu lagi diam. Ketika gesekan terjadi, otomatis RPM benda yang berputar akan berkurang dan sebagai hasilnya panas akan terbentuk pada gesekan tersebut. Jenis Jenis Sistem Rem Sepeda Motor Dilihat dari cara kerjanya, hanya ada dua jenis sistem rem pada sepeda motor yakni ; 1. Sistem Rem Cakram Sistem rem cakram adalah mekanisme pengereman yang memanfaatkan daya jepit antara komponen yang berputar dan komponen diam. Mekanismenya, disc brake selaku komponen yang berputar akan dijepit oleh dua buah kampas rem selaku komponen yang diam. Disinilah gesekan terjadi, sehingga RPM disc brake akan menurun dan karena disc brake terpaut ke roda maka RPM roda pun akan menurun. Bagaimana cara kerja sistem rem cakram ? Pada sepeda motor, umumnya digunakan prinsip hidrolik untuk melakukan mekanisme penjepitan diatas. Jalurnya, ketika kita tekan tuas rem maka fluida akan tertekan. Imbasnya, sesuai prinsip hidrolik tekanan pada fluida akan diteruskan ke segala arah. Tekanan ini, akan diarahkan kedalam caliper. Caliper sendiri, merupakan komponen yang dapat mengubah tekanan hidrolik menjadi gerakan jepit. Sehingga, ketika tekanan fluida diarahkan kedalam caliper maka kampas rem akan menjepit disc brake dan pengereman terjadi. Selengkapnya ; Komponen dan cara kerja sistem rem cakram Kelebihan sistem rem cakram antara lain ; Mudah dalam perawatan Responsif baik untuk rem mendadak Lebih pakem Kelemahannya ; kampas rem cepat Rentan kotor karena bersifat terbuka 2. Sistem Rem Tromol Sistem rem tromol adalah mekanisme pengereman dengan memanfaatkan tekanan satu arah untuk menimbulkan gesekan. Dalam hal ini, ada dua komponen utama yakni drum brake selaku komponen berputar dan dua buah kampas rem selaku komponen diam. Bentuk drum brake menyerupai sebuah loyang, dengan area samping dijadikan sebagai area gesekan. Sementara bentuk kampas rem setengah lingkaran mengikuti permukaan samping drum brake. Posisi brake shoe ini ada didalam drum, dengan kata lain brake shoe selaku komponen diam akan ditutup drum brake selaku komponen bergerak. Pengereman dapat terjadi, apabila kedua kampas rem menekan area samping drum brake ke arah luar. Ini akan menyebabkan gesekan antara drum brake dengan kampas rem yang menyebabkan RPM drum brake berkurang. Disisi lain, drum brake juga terpaut dengan roda sehingga saat RPM drum brake turun maka RPM roda juga turun. Bedanya dengan sistem rem cakram, hanya pada arah tekanan kampas rem. Pada rem cakram, arah tekanan kampas rem saling mendorong/menjepit. Sementara pada sistem rem tromol, arahnya saling menekan ke satu arah kearah luar. Namun ada sedikit perbedaan pada rem tromol motor Kalau anda cari, maka anda akan sulit sekali menemukan komponen drum brake ini. Hal ini dikarenakan drum brake dibuat menyatu dengan velg. Artinya rem tromol terletak didalam velg motor. Oleh sebab itu, kalau anda lihat rem belakang motor desainnya cukup simple hanya menyisakan tuas brake lever ditengah velg. Karena semua komponen rem ada didalam velg. Untuk mekanisme pengeremannya, rem tromol masih menggunakan kawat atau masih manual. Dalam unit rem tromol, terdapat komponen nok/cam yang berfungsi mendorong kampas rem kearah luar saat nok ini diputar. untuk memutar nok, ada sebuah mekanisme brake lever yang terhubung ke pedal rem. Selengkapnya ; Komponen dan cara kerja sistem rem tromol Kelebihan rem tromol antara lain ; Umur kampas rem lebih awet Karena bidang gesek lebih lebar, maka daya pengereman juga tinggi Terlihat lebih bersih karena bersifat tertutup Kekurangannya ; Dibandingkan rem cakram, tipe tromol kurang pakem Memiliki desain lebih rumit Demikian artikel singkat tentang sistem rem sepeda motor. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

gambar komponen rem hidrolik sepeda motor